POLRI dinilai Lambat Atasi Kasus Sampang

Aljon Ali Sagara | SuaraJakarta.com

ISTANA NEGARA, JAKARTA PUSAT – Di depan Istana, Gerakan Indonesia Tanpa Kekerasan mendesak agar Negara segera melakukan upaya pemulihan kepada korban kekerasan berlatar agama di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis sore (30/8).

Massa pengunjuk rasa memaksa Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (MABES POLRI) secepatnya menangkap, mengadili, dan menghukum pelaku kekerasan Sampang, Minggu (26/8).

Kepala Badan Reserse Kriminal (KaBareskrim) Mabes POLRI Komjen Sutarman di Mabes Polri, Jakarta Selatan, mengatakan satu lokasi lainnya adalah di Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, Sampang, Madura. “Ada 8 orang yang diduga kuat sebagai pelaku,” ujar Sutarman.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (POLDA) Jawa Timur Kombes Polisi Hilman Thayib menjelaskan, mereka yang menjadi korban dari komunitas pengikut Syi’ah, dua orang tewas sementara 4 korban luka-luka.

Hilman menjelaskan, pelaku akan dikenakan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1955. Polisi kini telah menyiagakan 600 personil kepolisian di beberapa titik di tempat kejadian.

Foto: Aljon Ali Sagara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: