Lebaran Betawi 2012 Menyatukan Perbedaan

Aljon Ali Sagara | SuaraJakarta.com

KELAPA GADING, JAKARTA UTARA – Warga Jakarta diajak untuk mengingat kembali bahwasanya pentingnya menjaga hubungan silaturahmi antar sesama warga Jakarta, salah satunya dengan dikegiatan Lebaran Betawi 2012 yang telah menjadi agenda tahunan warga DKI Jakarta.

“Kita mempererat perbedaan di antara kita dan menjadikannya satu kekuatan untuk membangun Jakarta,” kata Fauzi Bowo, Senin (10/9).

Kenduri akbar warga kota Jakarta ini digelar setiap tahun kali ini bertempat di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ribuan orang hadir dalam Lebaran Betawi memenuhi Lapangan Djabesmen.

Acara dirangkai dengan menarik dan diikuti oleh kelima Kota Administrasi di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Kota Administrasi Jakarta Pusat menyajikan bandeng pesmol, selendang mayang dan asinan berikut kesenian Sisingaan dari Jawa Barat. Kota Administrasi Jakarta Selatan menyajikan berbagai panganan dan kuliner seperti dodol, dan pecak gurame.

Jakarta Utara berupa kesenian budaya Jawa Timur Reog Ponorogo, dan kesenian Sumatera Utara. Kota Administrasi Jakarta Barat menampilkan kesenian Barongsai.

Kemudian Kota Administrasi Jakarta Timur menyajikan nasi kebuli, gabus pucung, dan kue cucur berikut kesenian Tari Gong Mandau dari Kalimantan, dan terakhir Kabupaten Kepulauan Seribu menampilkan atraksi tarian Gandrang Pulo, Sulawesi Selatan, dan masakan khas udang pengkok, rajungan, dan keripik sukun.

Pada kesempatan itu, Gubernur Fauzi Bowo juga menyerahkan Kartu Wajib Belajar 12 tahun, E-KTP, akta kelahiran, usaha ekonomi produktif, pemanfaat Koperasi Jasa Keuangan (KJK), dan Kartu Jamkesda kepada seniman betawi.

Hadir dalam Lebaran Betawi, Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Betawi (Bamus Betawi) Nachrowi Ramli beserta sejumlah tokoh masyarakat Betawi dan para tokoh politik.

Nachrowi menuturkan, Lebaran ala Betawi yang kelima kalinya ini dilaksanakan sesuai UU No 29 Tahun 2007, bahwa Pemprov DKI Jakarta melestarikan budaya Betawi dan budaya lainnya di Jakarta.

“Jadi kalau ada pihak lain yang berpikir ini hanya kepentingan sesaat, tolong dia suruh belajar karena Lebaran ala Betawi diselenggarakan setiap tahun,” tutur Nachrowi.

Foto: Aljon Ali Sagara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: