Hobbiest adalah Market

Aljon Ali Sagara | Berita Foto JakartaRASUNA SAID, JAKARTA SELATAN – Kerumunan fotografer hobbiest yang turut berperan di lapangan kiranya tidak dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu, terlebih kehadirannya dianggap menjadi hal yang negatif bagi para pelaksana tugas jurnalistik pewarta foto.

Dikatakan banyak jurnalis bahwa keberadaan hobbiest dalam liputan dirasakan mengganggu tugas jurnalistik mereka sehari-hari, dianggap seringkali menghalau obyek foto yang akan mereka angkat menjadi berita. Sebagian lainnya malah menganggap bahwa justru akan menjadi pasar tersendiri bagi insan pewarta fot0.

Pengakuan ini diakui benar adanya oleh Tantyo Bangun bekas Pemimpin Redaksi National Geographic Indonesia (NGI) saat menjawab pertanyaan Berita Foto Jakarta saat digelarnya diskusi bertajuk “Fotografi yang Inklusif Membangun Apresiasi Fotojurnalistik Masa Depan” yang dimoderatori oleh Tim Seribukata.com.

“Pengguna fotografi (hobbiest) sendiri menjadi market,” kata Tantyo Bangun

Tantyo juga mengatakan, jumlah mereka cukup besar dan rata-rata hobbiest merupakan orang-orang yang berpendidikan, menggarap dalam jumlah yang besar seharusnya suatu hal yang luar biasa bagi jurnalisfoto, jurnalis dapat berperan sebagai pemberi edukasi saat seminar atau pelatihan fotografi.

Fotografer Freelance yang pernah menjadi fotografer di Kantor Berita Perancis, Agence France-Presse (AFP) Kemal Jufri, mengutarakan pengalamannya semasa liputan bahwa dirinya tidak pernah mengalami hal demikian, kalaupun ada menurut Kemal Jufri mestinya harus ada edukasi kepada hobbiest.

“Saya tidak pernah mengalaminya,” ujar Kemal fotografer peraih Penghargaan Foto Internasional oleh World Press Photo 2011 untuk kategori People in the News Stories.

Kemal mengisahkan bahwa saat ia bertugas dulu memang masih sangat jarang fotojurnalis, namun iapun dapat turut merasakan apa yang dirasakan jurnalisfoto di lapangan adalah efek dari semakin mudahnya dalam mengakses teknologi fotografi termasuk dalam makin berkembang pesat dunia sosial media belakangan ini.

“Seperti jalan tol,” tandas Kemal Jufri.

Pameran foto  jurnalistik Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2011 masih berlangsung hingga 21 Oktober 2012 di Lantai dasar, Kuningan City, Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Foto: Tantyo Bangun | Website: www.tantyobangun.com | Facebook: Kemal Jufri

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: