Ballet dan Budaya Lokal di Indonesia

Minggu, 28 April 2013 | Berita Foto Jakarta
20130428 AljonAliSagara_Perjalanan akulturasi ballet terhadap budaya lokal 11
Sekitar tahun 1700
di Rusia, ballet adalah sebuah fenomena akan masa gelap kaum perempuan. Orang Perancis dan Amerika meyakini, buruh perempuan di Rusia hanya ditempatkan pada strata sosial rendah. Karenanya keturunan Perancis dan Amerika, menjadikan ballet dijelmakan menjadi sarana pertukaran budaya Amerika kepada dunia.

Ballet mulai mengadopsi Tari-tarian, barang kerajinan, pakaian adat, dalam pementasan legenda daerah kedalam implementasi ballet. Hal itu dapat dilihat dari adanya unsur gerak tarian daerah, serta paduan busana adat daerah tertentu.

Sejarah visual ringkas tentang ballet “Dance in The West” tersebut menjadi pembuka aksi panggung “The Root of Dancing” bertemakan “Explore the new possibilities of mixing traditional dance styles trough dicussion, video presentations, and live performance” di Pusat Kebudayaan Amerika, Pasific Place, Lantai 3, Jakarta, Minggu (28/4).

Program acara dan performance suguhan Namarina’s Dancescape yang merupakan bagian dari Namarina Youth Dance’s ini terbagi dalam 3 bagian, yakni presentasi mengenai sejarah ballet di barat, pemutaran video, dan sesi diskusi mulai sore hari jam 17.00 dan selesai 19.00wib. (Berita Foto Jakarta / Aljon Ali Sagara)

Foto: Aljon Ali Sagara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: