Jika BBM Naik, Laju Inflasi di Batam Lebih dari 2 Persen

Senin, 6 Mei 2013 | Berita Foto Jakarta
AljonAliSagara SPBU Kuningan
Tajuk.co BATAM  — Pemerintah kota Batam memperediksi dampak ekonomi apabila Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan tidak terlalu siginifikan di Batam. Laju inflasi tidak lebih dari dua persen.

“Kita memprediksi inflasi tidak lebih dari dua persen apa bila BBM bersubsi jadi dinaikkan,”kata Kepala dinas perindustrian dan perdagangan dan ESDM Kota Batam Amzakar Ahmad, Senin (6/5) di Batam.

Menurutnya, hal tersebut setelah melihat dari data laju inflasi kota Batam di triwulan 1-2013 yang stabil.  Di bulan Januari tercatat inflasi kota Batam sebesar 0,94 persen dan dibulan Februari tercatat 0,57 persen serta dibulan maret mengalami deflasi sebesar 0,27 persen.

Dampak dari kenaikan BBM bersubsidi diprediksi hanya akan terjadi tidak lebih dari tiga bulan berjalan setelah itu akan kembali normal. Pemko Batam telah mempersiapkan dua program pengaman terhadap efek ekonomi yang akan terjadi dari kenaikan BBM.

“Untuk menekan kenaikan barang dan laju inflasi kita akan melakukan operasi pasar pada saat kebijakan kenaikan BBM dikeluarkan hingga barang-barang kembali normal. Dan juga kita akan mengelurkan beras raskin,”terangnya.

Selain mengantisipasik dari dampak ekononomi, kata Amzakar, yang perlu diantisipasi pada saat menjelang kenaikan dan pada saat BBM naik adalah aspek keamanan.

“Keamanan juga perlu diantisipasi. Yang pertama tentunya akan terjadi demonstrasi, antrian kendaraan yang panjang dan juga penimpunan. Tentunya ini melibatkan semua pihak,”terangnya.

Dia juga menjelaskan, belum dikelurkannya kebijakan kenaikan harga BBM bersubsi oleh pemerintah pusat dikarenakan masih menunggu program pengimbang yang saat ini masih dibahas di DPR RI.

“Pemerintah pusat masih menunggu program pengimbang dari kenaikan BBM. Saat ini masih dibahas di DPR RI. Kalau tidak ada kebijakan pengimbang akan sangat berpengruh terhadap perekonomian,”pungkasnya.

Menurut Amzakar kenaikan BBM idealnya dilakukan pada bulan Juni mendatang. Karena pada waktu tersebut, bertepatan dengan puasa, lebaran, liburan dan yang lainnya yang mana disaat itu permintaan akan barang atau komsumsi masyarakat cukup tinggi.(ARM)

Foto: Aljon Ali Sagara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: