PPNSI : Perlu Ada Pembatasan Impor untuk Lindungi Petani

Rabu, 24 Juli 2013 | Berita Foto Jakarta
20130724 Bawang Merah_Aljon Ali Sagara_BFJ
Tajuk.co, SEMARANG – Kondisi mahalnya beberapa hasil pangan, seperti bawang merah dan cabai rawit disebabkah karena kondisi panen dan musim tanam yang tidak menentu, sehingga perlu ada strategi khusus untuk mengantisipasi harga yang melambung tersebut.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga pangan tersebut, Persatuan Petani Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) mengusulkan adanya jaminan stok oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) minimal tiga bulan sebelum hari keagamaan.

Sekretaris Jenderal PPNSI Riyono menyampaikan alasan kenapa harus tiga bulan sebelumnya. “Ini model yang bagus, sebagai antisipasi agar tidak merugikan petani saat panen karena rencana impor sudah tertata dengan baik,” kata Riyono dalam rilis yang diterima Tajuk.co, Selasa (23/7/2013) malam.

Ia juga menyatakan perlu adanya pembatasan impor yang lebih berpihak kepada petani, jangan sampai saat petani panen barang impor masuk. “Ini sangat merugikan petani,” imbuh dia.

PPNSI juga mengusulkan adanya Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk bahan pangan yang rawan akan gejolak menjelang hari besar agama. HET diperlukan agar pedagang tidak seenaknya sendiri menaikkan dan menurunkan harga.

Menurut PPNSI, dengan adanya HET akan memberi kepastian harga untuk petani, menyehatkan sistmen pasar yang cenderung oligopsonik dan dikuasai pemodal, serta membangun optimisme petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian yang menjadi unggulan pembangunan tanah air. (DWI)

Foto: Tajuk.co / Aljon Ali Sagara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: